RIFAN FINANCINDO - Lima Jurus Jitu Menperin Agus Kerek Pertumbuhan Industri

f:id:ptrfbsolo:20200221194247j:plain

RIFAN FINANCINDO - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan lima strategi untuk mempercepat pertumbuhan sektor industri. Diharapkan, melalui kinerja industri yang gemilang, turut mendongkrak perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Langkah pertama, koordinasi pembangunan industri dengan kementerian dan lembaga terkait lain,” tuturnya ketika Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (20/2).

Upaya tersebut, meliputi dua aktivitas utama, yaitu penjaminan pemenuhan kebutuhan bahan baku dan bahan penolong bagi industri manufaktur. Strategi ini antara lain melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Keuangan, serta Kementerian BUMN. “Selain itu, kami melakukan koordinasi untuk mendapatkan dukungan fiskal dan pembiayaan sektor industri,” ujarrnya.

Langkah kedua, implementasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), antara lain melalui optimalisasi belanja modal pemerintah pusat dan BUMN, pengaturan impor produk yang sudah bisa diproduksi dalam negeri, serta pengenaan sanksi bagi yang melanggar ketentuan terhadap kewajiban penggunaan produk dalam negeri.

“Ketiga, penguatan ekspor dan substitusi impor, di antaranya melalui diversifikasi industri unggulan untuk ekspor, membuka secara agresif pasar-pasar baru untuk produk industri, melakukan pendekatan terhadap prinsipal-prinsipal otomotif di Indonesia untuk menjadikan Indonesia basis ekspor,” papar Agus.

Selanjutnya, mendorong investasi pabrik-pabrik komponen di negara-negara yang menjadi target ekspor baru, serta memastikan penyelesaian impor bahan baku khususnya impor limbah non B3.

Jurus keempat, mendorong investasi di sektor industri, yang meliputi perbaikan kemudahan perizinan, promosi investasi, dan fasilitasi pemberian insentif investasi. “Selama lima tahun ke depan, kami telah mengidentifikasi rencana investasi sektor industri sebanyak 81 proyek dengan nilai total Rp921 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 125 ribu orang,” ungkapnya.

Strategi kelima, yakni penguatan daya beli masyarakat, sehingga dapat meningkatkan konsumsi produk dalam negeri, antara lain melalui menurunkan besaran Down Payment (DP) untuk produk pembelian mobil dan motor, mempercepat penyaluran dana bantuan sosial ke masyarakat, serta meningkatkan utilisasi industri dalam rangka penciptaan lapangan kerja.

Menperin optimistis, apabila jurus jitu tersebut terlaksana dengan baik, target pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,3% pada tahun 2020 bisa tercapai. Sementara itu, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap total PDB nasional dibidik hingga 17,8% sepanjang tahun ini. Berikutnya, kontribusi ekspor produk industri terhadap ekspor nasional akan mencapai 72,2% pada tahun 2020.

“Pada tahun 2019, nilai investasi industri pengolahan nonmigas mencapai Rp215,9 triliun dan tenaga kerja industri pengolahan nonmigas sebanyak 18,87 juta orang. Industri pengolahan nonmigas skala besar dan sedang tumbuh sebanyak 1.476 unit, sedangkan industri kecil tumbuh sebanyak 7.986 unit. Sementara itu, kawasan industri yang sudah terbangun sebanyak 14 kawasan,” paparnya.

Pada hasil kesimpulan raker tersebut, Komisi VI DPR mendukung strategi pembangunan industri yang diusulkan oleh Kemenperin. Raker dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Arya Bima Wikantyasa.


Sumber : kontan

RIFAN FINANCINDO - AS cabut China, RI dan 3 negara lain dari daftar negara berkembang

f:id:ptrfbsolo:20200123172200j:plain

RIFAN FINANCINDO - China, bersama dengan beberapa negara lain, telah dihapus dari daftar negara "berkembang" oleh Amerika Serikat. Melansir People's Daily, sebagai gantinya, Amerika menganggap China sebagai negara "maju" ketika menyangkut perdagangan internasional.

Menurut pemberitahuan baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan AS (Office of the US Trade Representative/USTR), Negeri Paman Sam itu juga mencabut preferensi khusus untuk daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), termasuk Brasil, India, Indonesia, dan Afrika Selatan.

Penghapusan negara-negara ini dari daftar internal negara-negara berkembang akan membuat AS lebih mudah untuk menyelidiki apakah negara-negara ini secara tidak adil melakukan subsidi ekspor.

Xue Rongjiu, wakil direktur Masyarakat China untuk Studi WTO yang berbasis di Beijing, mengatakan pengumuman AS telah merusak otoritas sistem perdagangan multilateral.

"Tindakan unilateralis dan proteksionis seperti itu telah merugikan kepentingan China dan anggota WTO lainnya," kata Xue kepada People's Daily.

Dia menambahkan, "China selalu dengan tegas membela sistem multilateral. Hubungan perdagangan dan ekonominya dengan mitra ekonomi maju dan negara-negara berkembang telah membuktikan bahwa mekanisme negosiasi multilateral efektif, dan telah mendorong pertumbuhan ekonomi dunia."

Dalam pemberitahuan yang dikeluarkan pada 10 Februari, USTR mengatakan bahwa pihaknya merevisi metodologi negara berkembang untuk investigasi atas bea balik, sebuah bea yang dikenakan pada impor, karena pedoman negara sebelumnya dianggap sudah usang.

Untuk memperbarui daftar internalnya, USTR mengatakan telah mempertimbangkan beberapa faktor ekonomi dan perdagangan, seperti tingkat perkembangan ekonomi suatu negara dan bagian negara dari perdagangan dunia.

Misalnya, USTR menganggap negara-negara dengan pangsa 0,5% atau lebih dari perdagangan dunia sebagai negara "maju". Sedangkan menurut aturan 1998, ambangnya 2% atau lebih.

USTR juga tidak memasukkan indikator pembangunan sosial seperti tingkat kematian bayi, tingkat buta huruf orang dewasa dan harapan hidup saat lahir, sebagai dasar untuk mengubah penunjukan.

Tu Xinquan, dekan Institut Studi Organisasi Perdagangan Dunia China di Universitas Bisnis Internasional, mengatakan aturan dan mekanisme WTO harus lebih ditingkatkan karena banyak negara berkembang memahami dan memanfaatkan aturan secara berbeda. Ini tidak dapat diatasi dalam mekanisme negosiasi saat ini.


Sumber : kontan

RIFAN FINANCINDO - Bursa Hong Kong Ditutup Menguat

f:id:ptrfbsolo:20200212193457j:plain

RIFAN FINANCINDO - Bursa saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) menguat 0,46 persen atau 125,61 poin, menjadi 27.655,81 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara terendah 27.448,6 poin hingga tertinggi 27.697,46 poin, dengan nilai transaksi mencapai 88,36 miliar dolar Hong Kong (sekitar 11,37 miliar dolar AS).


Sumber : antaranews

RIFAN FINANCINDO - Youtap Resmi Diluncurkan di Indonesia

f:id:ptrfbsolo:20200218174939j:plain

RIFAN FINANCINDO - Youtap perusahaan teknologi digital asal Singapura yang memfokuskan layanannya untuk membantu kebutuhan finansial pelaku usaha, pada Selasa (18/2/2020) resmi mengumumkan kehadirannya di Tanah Air melalui Youtap Indonesia.

Melalui platform digital dengan teknologi termutakhir, Youtap Indonesia menawarkan berbagai inovasi untuk efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang akan membantu operasional dan pengembangan bisnis, baik untuk pelaku usaha besar seperti korporasi maupun merchant kecil usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti warung dan toko kelontong.

Herman Suharto, Chief Executive Officer (CEO) Youtap Indonesia menjelaskan layanan dan teknologi yang diberikan Youtap sangat lengkap dan terintegrasi, dimulai dari teknologi penerimaan pembayaran baik tunai maupun non-tunai, layanan kasir, pengelolaan inventori, laporan dananalisa penjualan, customer loyalty hingga insights.

"Transaksi akan tercatat dengan rapi sehingga pelaku usaha dapat melacak pemasukan dan pengeluaran dengan mudah, ditambah informasi detail seperti jumlah transaksi, waktu, produk atau layanan yang paling diminati dapat dijadikan dasar untuk merancang rencana bisnis kedepannya," katanya usai meluncurkan Youtap Indonesia.

Selain menyediakan teknologi berbasis platform dan aplikasi, menurut Herman Youtap Indonesia juga memberikan pelayanan secara menyeluruh dengan mendampingi semua merchant-nya untuk dapat dengan mudah menggunakan teknologi tersebut dan memanfaatkan data yang terekam.

"Bukan hanya itu, pendampingan yang kami lakukan akan turut meningkatkan inklusi digital termasuk literasi keuangan digital terutama bagi pelaku usaha kecil," ungkapnya.

Menurut Herman dengan penetrasi digital saat ini dan proyeksi 5 tahun mendatang, World Market Monitor memproyeksikan ekonomi digital akan menyumbang 9.5% PDB Indonesia pada 2025. Oleh karena itu, Youtap Indonesia hadir untuk memberdayakan berbagai sektor usaha melalui transformasi digital.

Dia menuturkan layanan Youtap saat ini sudah diujicobakan dan diimplementasikan mulai dari pelaku usaha (merchant skala besar sampai ke skala mikro.Youtap Indonesia--yang lahir melalui kerjasama antara Salim Grup dan Youtap Global-- juga berhasil memenangkan kepercayaan dari jaringan bisnis besar seperti McDonald's, LinkAja, DANA dan ShopeePay.

"Sebagai bagian dari sebuah perusahaan teknologi global, kami memiliki pengetahuan mendalam serta pengalaman yang ekstensif mengenai bisnis di era digital" tegas Herman.


Sumber : bisnis

RIFAN FINANCINDO - China: AS selalu sebarkan kebohongan yang sama kemanapun mereka pergi

f:id:ptrfbsolo:20200123172200j:plain

RIFAN FINANCINDO - Percikan ketegangan kembali muncul dalam hubungan Amerika Serikat dan China. Hal ini dimulai dari pernyataan pejabat Amerika saat pertemuan diplomat dan petinggi perusahaan Barat di Jerman.

Seperti diberitakan New York Post, Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan bahwa negara Barat akan menghadapi masa depan yang suram jika tak segera meredam kekuatan China di semua lini.

Huawei kembali menjadi topik yang dibahas untuk mengancam para diplomat Eropa. AS kembali meminta Eropa untuk tak bekerja sama dengan Huawei, atau kerja sama intelijen dengan AS akan terus dipangkas.

Esper berpendapat bahwa kehadiran Huawei dalam jaringan komersial berisiko merusak aliansi NATO, menepis argumen China bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan peralatannya guna mencegat pesan atau mematikan jaringan pada saat konflik.

"Partai Komunis China bahkan bergerak lebih cepat dan lebih jauh ke arah yang salah," katanya.

"Ada lebih banyak penindasan internal, praktik ekonomi yang lebih predator, lebih berat tangan, dan yang paling memprihatinkan bagi saya, postur militer yang lebih agresif," lanjut dia.

Hal ini memantik reaksi Tiongkok. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan bahwa kemanapun pergi, Esper selalu mengatakan hal yang sama tentang China.

Ia pun menyebut pernyataan Esper maupun koleganya sebagai sebuah kebohongan.

"Akar penyebab semua masalah ini adalah bahwa AS tidak ingin melihat perkembangan dan peremajaan China yang cepat, dan tak mau menerima keberhasilan negara sosialis," kata Wang.

"Tugas paling penting bagi China dan AS adalah duduk bersama untuk melakukan dialog serius dan menemukan jalan bagi dua negara besar dengan sistem sosial yang berbeda untuk hidup dalam harmoni dan berinteraksi dalam damai," tambahnya.

"Tiongkok siap, dan kami berharap AS akan bekerja bersama kami," tegasnya.


Sumber : kontan

RIFAN FINANCINDO - Pengadilan AS minta Pentagon & Microsoft tunda eksekusi kontrak senilai US$ 10 miliar

f:id:ptrfbsolo:20191212164959j:plain

RIFAN FINANCINDO - Upaya Amazon yang dipimpin Jeff Bezos menggugat keputusan Pentagon memberikan kontrak komputasi awan senilai US$ 10 miliar kepada Microsoft mulai membuahkan titik terang.

Hakim yang menangani kasus ini pada hari Kamis mengabulkan permohonan Amazon.com untuk sementara waktu menghentikan Departemen Pertahanan AS dan Microsoft Corp melanjutkan kesepakatan kontrak tersebut.

Gugatan Amazon ini dilayangkan ke pengadilan karena Amazon menuding keputusan pemenang kontrak tersebut diwarnai campur tangan presiden AS Donald Trump yang tidak semestinya terjadi.

Mengutip Reuters, Jumat (14/2, Amazon sebelumnya dinilai sebagai calon terdepan memenangkan kontrak, mengajukan gugatan pada bulan November 2019, beberapa minggu setelah kontrak dimenangkan Microsoft.

Trump diketahui secara terbuka mencemooh CEO Amazon Jeff Bezos dan berulang kali mengkritik perusahaan yang dipimpinnya.

Dalam gugatannya, Amazon mengatakan keputusan Departemen Pertahanan AS penuh dengan kesalahan mengerikan, yang merupakan hasil tekanan yang tidak patut dari Presiden Donald Trump, yang melakukan serangan publik dan serangan di belakang layar untuk menjauhkan kontrak tersebut dari Amazon.

Trump dituduh menjadikan Bezos sebagai musuh politiknya. Hal ini didasarkan pada surat kabar Washington Post yang sahamnya dimiliki Bezos kerap bersikap kritis terhadap pemerintahan Trump.

Sementara itu, Pentagon mengaku kecewa dengan keputusan awal pengadilan tersebut. Sebab kontrak tersebut seharusnya sudah mulai dijalankan pada hari Jumat ini, terpaksa harus ditunda.

Menteri Pertahanan AS Marks Esper sebelumnya membantah ada bias dalam keputusan Pentagon memberikan kontrak tersebut kepada Microsoft. Ia mengklaim keputusan itu diberikan secara adil dan bebas tanpa pengaruh eksternal.


Sumber : kontan

RIFAN FINANCINDO - Pelaku Industri Minyak Ingatkan Trump, Kesepakatan Dagang China Tidak Realistis

f:id:ptrfbsolo:20200213172137j:plain

RIFAN FINANCINDO - Para pemimpin industri minyak memperingatkan Presiden Trump bahwa AS akan berjuang memproduksi minyak, gas, dan produk energi lainnya untuk mendukung kesepakatan dagang dengan China.

Kesepakatan fase pertama yang ditandatangani Trump pertengahan bulan lalu, mengharuskan China membeli tambahan US$52,4 miliar gas alam cair, minyak mentah, produk olahan dan batu bara selama dua tahun ke depan dari AS.

American Petroleum Institute (API), dalam pertemuan tertutup dengan Departemen Energi AS, menilai China harus memperkirakan 1 juta barel tambahan minyak mentah, 500.000 barel per hari produk olahan dan 100 kapal tanker penuh gas alam cair.

Jumlah itu akan membebani infrastruktur pengiriman dan kapasitas produksi dan akan mengharuskan China membeli lebih banyak minyak mentah daripada yang diperkirakan.

"Kemampuan Amerika Serikat untuk memperluas ekspor minyak mentah dan cairan lainnya kemungkinan akan menjadi kendala yang mengikat," kata API dalam paparannya, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (13/2/2020).

Bahkan jika produksi itu terpenuhi, API melihat adanya tantangan pengiriman logistik melalui laut di Terusan Panama.

Perjanjian perdagangan Trump dengan China itu menggarisbawahi komitmen China membeli setidaknya US$200 miliar tambahan barang dan jasa AS selama dua tahun ke depan, atau lebih dari dua kali lipat dari yang diekspor ke negara Asia pada 2017 senilai US$187 miliar. Keraguan muncul tentang kemampuan AS untuk secara cepat meningkatkan produksi kedelai dan barang pertanian lainnya untuk memenuhi perjanjian itu.

Namun demikian, sejumlah pihak mengapresiasi perjanjian dagang ini. Secara umum, perwakilan industri minyak dan gas memuji paket perdagangan.

"Meskipun kondisi pasar menunjukkan kejelasan lebih lanjut tentang isu-isu tertentu yang diperlukan, kami memuji administrasi yang telah mengumpulkan informasi dari pemangku kepentingan untuk memastikan perjanjian ini berhasil dilaksanakan," Kata wakil presiden senior bidang kebijakan, ekonomi, dan peraturan API, Frank Macchiarola.

Sayangnya, juru bicara Perwakilan Dagang AS dan Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Dewan Eksplorasi dan Produksi Amerika Anne Bradbury mengatakan kesepakatan fase satu itu membantu pihaknya merencanakan dan berinvestasi dalam infrastruktur penting untuk memperluas akses ke pasar global sambil mendukung pertumbuhan ekonomi AS.

Para analis telah memperingatkan industri bahwa kendala logistik dan kontrak dapat menyulitkan China untuk memenuhi komitmen pembeliannya. Misalnya dalam gas, China akan meningkatkan impor pipa yang bersaing dari Rusia pada tahun-tahun mendatang yang akan menekan perdagangan LNG.

API menawarkan penilaian kepada Departemen Energi bahwa setiap peningkatan dalam pembelian minyak mentah AS oleh China dapat menggantikan hampir sepertiga dari ekspor saat ini dan menekan kapasitas pengiriman yang ada, terutama selama dua tahun ke depan.


Sumber : bisnis