RIFAN FINANCINDO - Shanghai Stock Exchange: Kapitalisasi pasar papan pencatatan star market melesat

f:id:ptrfbsolo:20190723153835j:plain

RIFAN FINANCINDO - Shanghai Stock Exchange resmi membuka perdagangan pertama di papan pencatatan baru untuk perusahaan China mirip Nasdaq khusus atau perusahaan inovasi sains dan teknologi yang diberi nama Star Market pada Senin (22/7).

Dalam perdagangan perdana Star Market, saham-saham yang terdaftar di dalamnya melesat hingga 520%. Ada 25 perusahaan yang terdaftar di papan anyar itu. Kenaikan tajam itu membuat nilai pasar gabungan mencapai US$ 44 miliar, jauh melampaui harapan para investor lama.

Saham 16 dari 25 perusahaan, mulai dari produsen chip hingga perusahaan perawatan kesehatan, melesat dua kali lipat dari harga penawaran umum perdana mereka di Star Market.

Perusahaan-perusahaan tersebut mencatat kenaikan rata-rata 140% di hari pertama perdagangan yang cukup sulit karena terkendala pemutusan sirkuit oleh bursa setempat, yang dirancang untuk menjaga aktivitas tetap dalam batas yang wajar. Performa perusahaan terlemah berkisar 84,22%.

Bedasarkan hitungan Reuters, kapitalisasi pasar baru yang tercipta pada perdagangan perdana itu mencapai US$ 44,3 miliar. "Kenaikan ini lebih gila dari yang kami harapkan.

Perusahaan-perusahaan ini berprospek baik, tetapi valuasinya terlalu tinggi. Membeli sahamnya sekarang tidak masuk akal." kata Stephen Huang, wakil presiden Shanghai See Truth Investment Management dikutip Reuters, Senin (22/7).

Mengikuti model Nasdaq dan dilengkapi dengan sistem gaya Amerika Serikat (AS), Star Market merupakan upaya paling berani di Cina untuk melakukan reformasi pasar modal.

Hal ini juga terlihat didorong oleh ambisi pemerintah China untuk mandiri secara teknologis di tengah perang dagang yang berkepanjangan dengan AS yang berimbas pada perusahaan-perusahaan teknologi China.

Fluktuasi liar saham tersebut terjadi diantaranya akibat aturan perdagangan yang longgar. IPO telah kelebihan permintaan dengan rata-rata sekitar 1.700 kali di kalangan investor ritel. Star Market tidak menetapkan batasan harga saham selama lima hari pertama perdagangan.

Dalam sesi perdagangan berikutnya, saham pada papan teknologi baru akan diizinkan naik atau turun maksimum 20% dalam sehari, dua kali lipat batas harian pada papan lainnya yang hanya maksimum 10%.

Shanghai Stock Exchange dalam pernyataan resminya akhir pekan lalu mengatakan, aturan perdagangan yang lebih longgar ditujukan untuk memberikan para pemain pasar kebebasan yang memadai dalam permainan, mempercepat pembentukan harga keseimbangan, dan meningkatkan efisiensi penetapan harga.


Sumber : kontan.co.id

RIFAN FINANCINDO - Northern Minerals mendapat dana US$ 21 juta untuk kembangkan proyek Browns Range

RIFAN FINANCINDO - Pengembang rare earth Australia, Northern Minerals, pada hari Senin mengatakan telah mengumpulkan AUD 30 juta (US$ 21 juta) dari pemegang saham untuk mendanai ekspansi di proyek Browns Range.

"Pengembang telah menerima komitmen dari investor Australia dan luar negeri untuk mendanai eksplorasi lebih lanjut, mesin sortasi bijih, dan pemeriksaan pemindahan produksi di darat," katanya dalam sebuah pengajuan ke Australian Securities Exchange.

Asal tahu saja, Northern Minerals adalah salah satu proyek pengembangan paling maju di Australia untuk tanah jarang, produk itu merupakan 17 mineral paling penting bagi industri dan pertahanan berteknologi tinggi.

Industri ini telah menderita dari kurangnya investasi sampai ketegangan perdagangan tahun ini. "Perluasan dan percepatan program adalah hasil dari peningkatan tingkat minat yang signifikan pada perusahaan dan Proyek Browns Range dari sejumlah pihak, termasuk pelanggan potensial, investor dan badan pemerintah di Australia dan AS," kata perusahaan itu.

Harga dysprosium, yang digunakan dalam magnet industri, telah naik sekitar 55% pada 2019, tambahnya. Meskipun China hanya berisi sepertiga dari cadangan tanah jarang di dunia, ia menyumbang 80% dari impor mineral AS.


Sumber : kontan.co.id

RIFAN FINANCINDO - Harga minyak dunia turun di tengah kekhawatiran permintaan

f:id:ptrfbsolo:20190705130058j:plain

RIFAN FINANCINDO - Harga minyak dunia berakhir dengan kerugian signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan oleh kekhawatiran berkurangnya permintaan bahan bakar.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, turun 1,48 dolar AS menjadi menetap pada 55,30 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September, berkurang 1,73 dolar AS menjadi ditutup pada 61,93 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

"Penurunan baru dipicu oleh data persediaan Amerika Serikat, kenaikan tajam dalam stok produk minyak membebani harga," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch dalam sebuah catatan.

Menurut Laporan Status Minyak Mingguan yang dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (17/7/2019), total persediaan bensin meningkat 3,6 juta barel dan persediaan bahan bakar destilasi meningkat 5,7 juta barel dalam minggu yang berakhir 12 Juli.

Padahal para analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan penurunan pasokan 1,5 juta barel untuk bensin dan peningkatan 300.000 barel untuk penyulingan.

"Penumpukan persediaan bensin khususnya tidak biasa pada saat ini, mengingat musim mengemudi musim panas biasanya memerlukan peningkatan konsumsi bensin. Itu mengatakan, permintaan bensin AS sangat lemah pada 9,2 juta barel per hari pada minggu pelaporan," kata Fritsch.

Pelaku pasar juga memperhatikan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung, yang dapat membahayakan aliran minyak di Timur Tengah.


Sumber : antaranews.com

RIFAN FINANCINDO - Harga Naik Rp8.000, Emas Antam Dijual Rp705.000/Gram

f:id:ptrfbsolo:20190718124419j:plain

RIFAN FINANCINDO - Harga emas kembali berkilau pada perdagangan hari ini di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Hal tersebut terlihat dari naiknya harga emas PT Aneka Tambang Tbk sebesar Rp8.000.

Pada perdagangan hari ini, Kamis (18/7/2019), harga emas Antam yang kemarin turun hingga Rp697.000 , kini kembali naik. Hari ini emas Antam dibanderol dengan harga Rp705.000 per gram.

Berikut daftar harga emas Antam untuk pecahan lainnya per hari ini yang dikutip dari situs resmi Antam:

- 0,5 gram: Rp377.000

- 1 gram: Rp705.000

- 2 gram: Rp1.359.000

- 3 gram: Rp2.017.000

- 5 gram: Rp3.345.000

- 10 gram: Rp6.625.000

- 25 gram: Rp16.380.000

- 50 gram: Rp32.835.000

- 100 gram: Rp64.800.000

- 250 gram: Rp163.750.000

- 500 gram: Rp327.300.000

- 1.000 gram: Rp654.600.000.


Sumber : okezone.com

RIFAN FINANCINDO - Ikea Tutup Satu-satunya Pabrik Mereka di AS

f:id:ptrfbsolo:20190717131445j:plain

RIFAN FINANCINDO - Ikea menutup satu-satunya pabrik furnitur mereka di Amerika Serikat. Seperti dikutip dari CNN, perusahaan asal Swedia ini bakal menghentikan produksi di pabrik Danville, Virginia, Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Ikea bakal memindahkan operasi pabrik ke Eropa. Sebab, menurut perusahaan, ongkos produksi di negara kawasan tersebut bakal lebih murah.

"Kami telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga agar pabrik ini bisa tetap kompetitif. Namun, ongkos produksi membuat produksi di Danville tidak bisa berlanjut," ujar manajer pabrik Bert Eades dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dikutip Rabu (17/7/2019).

Pabrik di Daville yang dibuka pada 2008 mempekerjakan setidaknya 300 orang. Produk dari kayu seperti rak dan tempat penyimpanan diproduksi di pabrik tersebut.

Ikea menyebut, harga bahan mentah mereka jauh lebih mahal di Amerika Serikat jika dibandingkan dengan Eropa. Adapun pabrik Ikea yang beroperasi saat ini terdapat di beberapa negara, seperti Polandia, Rusia, dan Swedia.

Anggota parlemen asal Virginia dari Partai Demokrat Senator Tim Kaine pada 2018 sempat mengatakan dalam akun Twitter-nya, pekerja di pabrik Danville mengkhawatirkan pemberlakukan tarif bakal memengaruhi ongkos produksi pabrik. Sebab, pabrik tersebut mengimpor banyak produk sebagai bahan mentah.

Kala Kaine berkunjung ke pabrik tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah memberilakukan tarif untuk beberapa produk dari China seperti papan yang merupakan material utama Ikea.

Walaupun demikian, Ikea membantah bahwa keputusan untuk menutup pabrik akibat tarif. Mereka mengatakan, papan yang digunakan di Danville didapat dari pemasok asal AS.

Saat ini Ikea memiliki fasilitas manufaktur di sembilan negara dan mempekerjakan setidaknya 20.000 orang. Pergeseran strategi penjualan ritel Ikea ke arah online telah mengakibatkan pemangkasan jumlah pekerja di beberapa lini bisnis mereka.

Ingka Group, perusahaan holding yang memiliki dan mengoperasikan sebagian besar toko Ikea, mengatakan tahun lalu mereka bakal memangkas setidaknya 7.500 pekerja atau 5 persen dari jumlah keseluruhan tenaga kerja mereka di dunia.

Mereka bakal membangun 30 toko yang ukurannya lebih kecil di beberapa negara di dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Perusahaan menyebut, setidaknya mereka bisa menciptakan 11.500 pekerjaan baru dengan adanya pergeseran ini.


Sumber : kompas.com

RIFAN FINANCINDO - Wall Street Menguat Jelang Musim Laporan Keuangan Perusahaan

f:id:ptrfbsolo:20190716123938j:plain

RIFAN FINANCINDO - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi WIB (16/7/2019) ditutup menguat.

Mengacu data Bloomberg, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 27,1 poin (0,10 persen) mencapai 27.359, Nasdaq composite index naik 14,1 (0,17 persen) mencapai 8.258 sedangkan S&P 500 index naik 0,5 (0,02 persen) mencapai 3.014.

Saham AS kembali menguta mencatat rekor. meski demikian investor tetap berhati-hati menyikapi musim laporan pendapatan.

Citigroup Inc (C.N) memulai musim laba dengan laporan triwulanan beragam. Perusahaan melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan tetapi turun dalam margin bunga bersih. Penurunan margin bunga bersih memicu penurunan saham-saham bank lain.

Saham JPMorgan Chase & Co, Goldman Sachs Group Inc dan Wells Fargo & Co, yang akan merilis laporan keuangannya pada Selasa, turun lebih dari satu persen.

Akibatnya, saham-saham keuangan turun 0,5 persen sehingga menjadi yang paling membebani S&P 500 di antara 11 sektor utama lainnya.

Namun demikian, keuntungan dalam saham teknologi dan perawatan kesehatan mengimbangi kerugian dalam saham keuangan.

Saham Boeing Co tergelincir 1,0 persen setelah laporan Wall Street Journal pada Minggu (14/7/2019) mengatakan bahwa jet 737 MAX-nya bisa tetap dilarang terbang sampai awal 2020.


Sumber : beritasatu.com

RIFAN FINANCINDO - Efek Perang Dagang, Ekspor-Impor China Dilaporkan Anjlok

f:id:ptrfbsolo:20190715124559j:plain

RIFAN FINANCINDO - Menyusul perundingan dagang yang sempat terhenti pada Mei hingga Juni 2019, tarif impor AS terhadap produk China senilai US$200 miliar mencapai titik puncaknya.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk memulai kembali perundingan dagang dan menentukan gencatan senjata tarif impor, tetapi Washington dengan tegas menekankan bahwa tarif eksisting akan tetap berlaku.

Data terbaru dari Kepabeanan China menunjukkan bahwa Beijing melaporkan penurunan impor dan ekspor yang cukup signifikan sepanjang Juni.

Ekspor China turun pada Juni karena Amerika Serikat meningkatkan tekanan perdagangannya, sedangkan impor menyusut lebih dari yang diharapkan, menunjuk ke pelemahan lebih lanjut dalam ekonomi terbesar kedua di dunia dan memperlambat pertumbuhan global.

Dilansir melalui Reuters, impor China dari AS merosot 31,4% secara tahunan pada Juni bahkan setelah angka perdagangan tersebut turun sebesar 27% pada Mei.

Adapun ekspor ke AS turun lebih tinggi yakni sebesar 7,8% jika dibandingkan dengan pelemahan 4,2% pada bulan sebelumnya.

"Secara keseluruhan, impor dan ekspor menurun dari kuartal ke kuartal, dan permintaan luar negeri yang lemah akan menjadi tantangan terbesar pada paruh kedua tahun ini," kata Zhang Yi, kepala ekonom di Zhonghai Shengrong Capital Management Beijing, seperti dikutip melalui Reuters, Minggu (14/7/2019).

Laporan perdagangan yang suram menambah serangkaian data ekonomi yang melemah baru-baru ini sehingga memicu harapan bahwa Beijing perlu mengumumkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut dalam waktu dekat untuk menangkal perlambatan yang lebih tajam.

China diperkirakan melaporkan bahwa pertumbuhan pada kuartal kedua adalah yang terlemah dalam setidaknya 27 tahun terakhir pada Senin (15/7).

Data lain yang dirilis pada Jumat (12/7/2019), menunjukkan pinjaman baru bank naik ke level tertinggi pada Juni karena pembuat kebijakan berusaha untuk menjaga kecukupan likuiditas di dalam sistem keuangan.

Pabrikan China adalah salah satu sektor industri yang berjuang dengan tantangan lesunya permintaan di dalam maupun luar negeri.

Kenaikan tajam tarif AS yang diumumkan pada Mei meningkatkan risiko pada margin laba yang sudah tipis.

Sebuah survei resmi yang dilakukan pada Juni menunjukkan bahwa industri manufaktur mencatatkan penurunan lapangan pekerjaan dengan laju tercepat sejak krisis global, ini merupakan kekhawatiran besar bagi Beijing.

Capital Economics memperkirakan bahwa pertumbuhan global tidak akan mencapai bottom out hingga tahun depan.

"Meskipun gencatan senjata tercapai antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghapus ancaman tarif AS yang lebih lanjut, kami memperkirakan pembicaraan perdagangan akan macet lagi dan tidak butuh waktu lama," tulis Capital Economics.

Sejauh ini, Beijing mengandalkan kombinasi stimulus fiskal dan pelonggaran moneter untuk mengatasi perlambatan, termasuk ratusan miliar dolar AS dalam pengeluaran infrastruktur dan pemotongan pajak untuk perusahaan.

Bank Sentral China (PBOC) juga telah memangkas persyaratan cadangan bank enam kali sejak awal 2018 dengan tujuan untuk mengalirkan lebih banyak uang untuk dipinjamkan.

Beberapa analis percaya Beijing juga bisa memangkas suku bunga pinjaman jangka pendek jika The Fed melonggarkan kebijakan mereka akhir bulan ini.

Sayangnya, ekonomi China lambat merespons dorongan tersebut, sedangkan kepercayaan bisnis masih goyah sehingga membebani investasi.

Sebuah jajak pendapat Reuters yang dilaksanakan pekan lalu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan melambat ke level terendah dalam 30 tahun terakhir mendekati level 6,2% tahun ini, dari 6,6% pada 2018.

Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan bahwa pertumbuhan tahun depan kemungkinan akan mengalami perlambatan lebih lanjut menjadi 6,0%.

Beberapa analis mengatakan proyeksi pertumbuhan bahkan bisa menjadi lebih lemah jika perundingan dagang kembali gagal dan Washington memberlakukan tarif lebih tinggi serta menetapkan pembatasan bagi perusahaan teknologi China.

 

MENANTI BABAK BARU NEGOSIASI DAGANG

Juni menjadi periode di mana tarif impor AS terhadap produk China senilai US$200 miliar mencapai level tertinggi pasca-kenaikan tarif menjadi 25% dari 10%, setelah perundingan dagang mengalami kegagalan pada Mei.

Beberapa eksportir yang menurunkan harga untuk pelanggan AS pascapemberlakuan tarif pertama mengatakan mereka tidak dapat menghadapi retribusi baru yang lebih kaku dan berharap dapat menghasilkan keuntungan.

Hingga saat ini, tidak ada kerangka waktu yang ditetapkan untuk putaran baru negosiasi perdagangan antara kedua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Kedua belah pihak tetap berselisih mengenai masalah-masalah signifikan, meningkatkan risiko perselisihan yang lebih lama dan dapat memicu resesi global.

Di tengah tekanan tersebut, China dilaporkan masih menghasilkan surplus perdagangan dengan Amerika Serikat, penyebab utama perang dagang, meningkat sebesar 11% pada Juni menjadi US$29,92 miliar dari US$26,9 miliar pada bulan sebelumnya.

Sehingga untuk paruh pertama tahun ini, surplus perdagangan China dengan AS tercatat mencapai US$140,48 miliar atau tumbuh 5% secara tahunan dari US$133,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Sumber : bisnis.com